Kegiatan Pelatihan Pengendalian Keamanan Dan Kenyamanan Lingkungan
 
kegiatanpelatihanlingkungan2Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol.Linmas) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan bagi tokoh pemuda, perempuan di 90 Kampung, dan organisasi Kepemudaan serta Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang dilaksanakan di Aula di SMK Negeri 1,2 dan 3 di Lhong Raya, Banda Aceh Aceh.
Pelatihan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan yang dilaksanakan selama dua hari, 23 dan 24 Agustus 2016 tersebut diikuti oleh 200 peserta dari 90 Kampung se kota Banda Aceh.
Menurut Tarmizi tujuan dilaksanakan kegiatan  tersebut agar setelah mengikuti pelatihan para peserta dapat mendeteksi, melihat dan mencermati secara jernih perkembangan situasi dan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial politik, maupun pengaruhnya terhadap kota Banda Aceh.
“Apalagi untuk saat ini Aceh sudah mulai masuk dalam tahapan Pilkada yang akan dilaksanakan februari 2017 mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, acara tersebut di buka oleh Walikota Banda Aceh yang diwakili Asisten Keistimewaan, Pembangunan dan Ekonomi, Ir Gusmeri. Ia mengatakan bahwa tokoh pemuda dan perempuan memiliki peranan yang strategis dalam memantau situasi keamanan dan kenyamanan masyarakat di Gampong masing-masing.
 “Jadi pemuda harus tanggap dan mempunyai peran terhadap berbagai hal yang berpontensi mengganggu kenyamanan Gampong,” ujar Gusmeri.
  
Gusmeri mengatakan bahwa pelatihan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan bagi tokoh pemuda, perempuan ini sangatlah penting. Karena keberadaan pemuda dan perempuan sangatlah strategis serta merupakan ujung tombak keamanan dan kenyamanan lingkungan di gampong masing-masing.
Apalagi tokoh pemuda dan perempuan merupakan elemen yang paling dekat dengan masyarakat beserta segala dinamikanya. artinya pemuda dan perempuan-lah yang sangat mengetahui kondisi kondisi gampong sendiri.
“Makanya tugas perangkat Gampong, tokoh pemuda dan perempuan sangatlah strategis, apalagi yang menyangkut hal keamanan dan kenyamanan lingkungan,” kata Gusmeri.
Oleh sebab itu pelatihan yang sangat penting ini dilaksanakan, sehingga tokoh pemuda dan perempuan lebih peka dalam mengayomi setiap warganya termasuk juga peka terhadap bebagai perkembangan isu dilingkungannya.
“Nah itu semuanya merupakan langkah antisipasi dari upaya deteksi dini terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi,” katanya.
Sementara Kompol Ridwan Ali dari Polresta Banda Aceh menegaskan, karena itulah para perangkat Gampong seperti tokoh pemuda dan tokoh perempuan sangat perlu mendapatkan pembekalan berupa pelatihan-pelatihan seperti yang dilaksanakan pada tanggal 23 dan Agustus 2016  
Banyak hal yang harus dikuasai oleh para perangkat Gampong mulai dari tata cara pengawasan serta pembinaan ketertiban masyarakat, menjalin kemitraan dengan aparat keamanan, melaksanakan pembinaan teritorial, tata cara penyampaian laporan atau pengaduan suatu kejadian perkara, hingga berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya.
“Dengan terselenggaranya pelatihan ini, insya Allah para perangkat Gampong akan mendapat pemahaman dan wawasan baru, sehingga dapat melaksanakan tugas dan perannya secara optimal, khususnya terkait pengelolaan keamanan dan kenyamanan lingkungan, sehingga diharapkan berbagai masalah keamanan dan sosial dapat terdeteksi lebih dini dan cepat diantisipasi,” katanya.
Menurut Ridwan, pengurus gampong juga harus mampu memberikan rasa aman kepada warga di lingkungannya. Karena itu, seyogianya Geuchik sebagai pengurus Gampong juga merancang atau mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan.
Perangkat Gampong juga diharapkan dapat lebih tanggap dan peka terhadap berbagai hal yang terjadi di sekitar lingkungannya masing-masing. “Tingkatkan kewaspadaan untuk terus mencermati situasi yang terjadi baik dalam kehidupan sosial, politik maupun pengaruhnya terhadap perkembangan keamanan dan kenyamanan lingkungan,” ujarnya.