Balai Teuku Umar

Gedung Balai Teuku Umar dulu sangat terkenal di Kota Banda Aceh, terletak di ujung jalan Diponegoro (sekarang pertokoan Sinbun Sibreh). Diawal-awal kemerdekaam gedung ini dinamakan “Balai Prajurit”, setelah itu gedung tersebut lebih terkenal dengan nama Balai Teuku Umar (BTU).

Sebelum merdeka gedung ini digunakan oleh Belanda sebagai gedung “Taman Persahabatan” (Societiet), tapi orang pribumi saat itu menyebutnya sebagai “Kamar Bola” atau “Taman Pelipur”, yaitu sebagai tempat santai para militer dan sipil Belanda.

Menjelang akhir 1970-an Balai BTU ini dibongkar kemudian dibangun pertokaan.

(Sumber: buku Potret Sejarah Banda Aceh, H Harun Keuchik Leumiek)

Saatnya kita merawat ingatan menjaga warisan bersejarah. Tidak semua peninggalan bangunan masa lalu harus dirobohkan, justru dalam desain bangunan masa lampau banyak terdapat keunikan dan kekhasan tersendiri yang dicari wisatawan heritage. Sebagai kota pusaka Banda Aceh kedepan harus menjaga, merawat dan mempertahankan bangunan-bangunan kuno yang bernilai sejarah, sebagai pembelajaran masa depan.

Editor : Hasnanda Putra