Kunjungan Rektor Asmaul Husna Malaysia

 Banda Aceh – Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SEAk MM menerima kunjungan Rektor International University of Asmaul Husna Malaysia Prof Dr Wan Maseri binti Wan Mohd beserta rombongan, Rabu (20/12/2017) malam di pendopo walikota.

Pada kesempatan itu, Walikota Aminullah turut didampingi oleh Kadis Syariat Islam Mairul Hazami, Kadisdik Dayah Zahrol Fajri, Kadis Pariwisata M Rizha, dan Kabag Keistimewaan dan Kesra Setdako Banda Aceh Arie Maula Kafka.

Kepada Aminullah, Prof Wan Maseri memaparkan metodelogi pengembangan pendalaman almaul husna kepada para mahasiswanya dari berasal dari berbagai negara di dunia. “Kami meng-explore zikir untuk mengisi energi kepada hati dan ruh. dengan zikir kita bisa menembus hijab hati dan berbicara dengan Allah.”

“Hasil penelitian kami, lewat puja-pujaan kepada Allah dengan suara yang merintih dan rasa diri ini tak berdaya, kita akan merasakan energi luar biasa. Energi ini paling kuat dapat kita rasakan pada jam tiga pagi. Selanjutnya kita memasuki proses penyucian jiwa, menghilang kebencian antar umat manusia, sehingga pada akhirnya kita akan diberi kebijaksanaan oleh Allah SWT.”

Pihaknya, sebut Prof Wan juga menawarkan beberapa kursus untuk melahirkan para terapis yang dapat menangani berbagai penyakit seperti stres dan kemurungan. “Metode asmaul husna yang kami gunakan juga menggabungkan teknologi seperti digital Al-Quran,” katanya seraya menyebut telah ada sekira 50 ribu mahasiswa yang belajar metode ini di universitas yang terletak di Pahang ini.

Ia menambahkan, selama berada di Banda Aceh pihaknya juga akan melakukan penandatanganan MoU dengan pihak Museum Tsunami Aceh untuk menggelar beberapa program kerja sama termasuk pergelaran pameran. “Kami juga berencana untuk membuka sebuah galeri asmaul husna di Banda Aceh,” ungkapnya seraya memohon dukungan dari walikota.

Menanggapi pemaparan Prof Wan, Aminullah menyatakan ketertarikannya untuk menerapkan motode pengajaran asmaul husna khususnya bagi para pelajar. “Kita mungkin bisa bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di Banda Aceh dalam hal transfer knowledge, atau International University of Asmaul Husna membuka cabang atau sekolah khusus di Banda Aceh.”

Menurut walikota, sangat penting untuk menanamkan pendidikan agama sejak dini kepada anak agar 10-20 tahun kemudian mereka menjadi generasi yang mampu menjalankan syariat islam secara kaffah.

“Jika sedari kecil tanamkan ilmu agama tentu akan lebih bermakna bagi anak-anak kita, sehingga rasa bela agama benar-benar kuat tertanam di hati mereka.”

Masih menurut wali kota, penguatan syariat islam yang dibangun sejak usia dini akan lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan sistem door to door. “Syariat islam perlu kita kuatkan sejak dari bangku sekolah, dengan menyentuh hati mereka lewat berbagai metode termasuk dengan asmaul husna,” ujarnya seraya mengungkapkan keinginannya untuk berkunjung ke kampus International University of Asmaul Husna dan melihat dari dekat penerapan metodelogi asmaul husna yang diterapkan di sana. (sumber Humas)