Senin (25/03/2019) pukul. 09.00 Wib telah berlangsung Sosialisasi Forum Pemantapan Karakter Dan Wawasan Kebangsaan di Daerah dengan tema “Penguatan Karakter dan Wasbang Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa” yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kemendagri bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Aceh yang dilaksanakan di Kyriad Hotel, Kota Banda Aceh.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Mayjen (Purn) Soedarmo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Dr. Prabawa Eka Soesanta mengatakan ada 4 fokus kebijakan yang menjadi titik pokok dalam menggalang kemajuan dan kemajuan bangsa. Pertama adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan umum sesuai UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
“tindak lanjutnya adalah pembentukan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) sesuai Permendagri No 71 Tahun 2012,” ujar Prabawa.
Pembentukan PPWK di daerah, sambungnya, menjadi penting karena menjadi sarana bersama untuk menguatkan wawasan kebangsaan yang merupakan bagian dari program strategis nasional.
Kedua, lanjut dia, Inpres No 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).
“Dengan payung hukum tersebut, resolusi mental dilaksanakan dengan menanamkan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong kepada seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Ketiga, sambungnya lagi, Perpres No 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Menurutnya, Perpres ini memberikan keterkaitan penyelenggaraan urusan pemerintahan umum dan optimalisasi pemantapan ideologi Pancasila di daerah. Dan keempat, Perpres No 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
“Berkaitan Perpres ini, Kemendagri meminta daerah mendukung program ini agar dimasukkan dalam anggaran 2019,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubbid Karakter dan Wawasan Kebangsaan Hartono SH dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta dari SKPD terkait, unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, ormas, tokoh pemuda, mahasiswa, dan para generasi muda.[TPKs]