KEGIATAN AKSI UNJUK RASA OLEH GERAKAN ACEH HEBAT DI DEPAN KANTOR DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG (PUPR) ACEH KOTA BANDA ACEH.

A. Pada Hari Jumat 19 FEBRUARI 2021, bertempat di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Desa Geuceu Kayee Jato, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, telah dimonitor kegiatan aksi unjuk rasa dengan cara orasi yang dilaksanakan oleh Gerakan Aceh Hebat, dengan mengangkat isu/tuntutan “Menuntut pihak Dinas PUPR Aceh agar serius menangani setiap jengkal persoalan proyek yang ada di Provinsi Aceh dan menempatkan perwakilan dari dinas pada setiap pekerjaan/proyek yang berada di bawah naungan Dinas PUPR Aceh, dan Meminta kepada Plt. Kepala Dinas PUPR Aceh untuk mengundurkan diri”, yang diikuti oleh 20 orang massa aksi.
– Penanggung Jawab : Syarbaini
– Koordinator Lapangan : Rahmad Wahyudi

B. Adapun orasi yang disampaikan oleh para orator sebagai berikut :
1. Rahmad Wahyudi (Korlap Aksi/Mahasiswa UIN Ar-Raniry), menyampaikan diantaranya :
a. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak-bapak Kepolisian selaku pihak Keamanan, dan pihak Dinas PUPR Aceh yang sudah bersedia menerima kami dan mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam.
b. Hari ini kami ke sini dalam rangka melaksanakan aksi, yang mana aksi ini merupakan aksi yang ke tiga kalinya dan kami menuntut Dinas PUPR Aceh terkait pembangunan yang tidak jelas yang ada di Banda Aceh. Kami hari ini tidak akan tinggal diam, kami akan terus berlanjut melakukan aksi serta melakukan gerakan demi menuntut keadilan.
c. Kami juga menuntut agar pihak penegak hukum melakukan ketegasan terkait permasalahan yang ada di PUPR Aceh khususnya demi rakyat Aceh. Kami menuntut, apabila Plt. Kadis PUPR Aceh tidak becus dalam melaksanakan tugasnya maka sebaiknya beliau mengundurkan diri saja, dan ini demi kebaikan Aceh.

2. Eriza (Pemuda Aceh), menyampaikan diantaranya :
a. Hari ini kami kemari lagi, sebelumnya kami telah melaksanakan aksi di depan Kantor Kajati Aceh, dan juga telah melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Aceh serta aksi kali ini merupakan aksi yang ketiga di sini.
b. Aksi ini kami lakukan terkait banyaknya proyek-proyek yang belum tuntas dan tidak jelas. Hari ini Kantor PUPR lah yang bertanggung jawab terkait proyek yang ada di Banda Aceh, serta bertanggung jawab kepada setiap proyek yang ada di Aceh.
c. Setiap proyek itu harus jelas siapa kontraktornya, siapa pemborongnya dan harus dilakukan pengawasan terhadap proyek-proyek tersebut. Masyarakat hari ini menjerit khususnya yang berada di sudut-sudut daerah. Sedangkan masyarakat di Kota bersenang-senang.
d. Tolong Pak, hari ini lakukan lah pembangunan proyek yang jelas dan bermanfaat untuk masyarakat, bukan yang tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Jika tidak mampu jadi Plt. Kadis PUPR Aceh maka lebih baik Bapak mengundurkan diri.
e. Walaupun kami berjumlah sedikit datang kemari, tetapi kami akan tetap melakukan aksi untuk menuntut hak-hak masyarakat Aceh. Kami hanya ingin Bapak juga memikirkan kepentingan untuk masyarakat Aceh, tidak masalah Bapak mau melakukan pembangunan di Aceh, asalkan pembangunannya yang jelas dan ada manfaat untuk Masyarakat, karena jika ada pembangunan maka itu juga akan berdampak untuk masyarakat Aceh.

3. Ahlan Firdaus (Pemuda Aceh), menyampaikan diantaranya :
a. Hari ini kami bergerak atas nama masyarakat, dan ingin kejelasan terkait pembangunan yang ada di Banda Aceh. Hari ini kami bergerak atas nama rakyat, jangan ada orang hebat yang menipu rakyat.
b. Kita berbicara tentang kebijaksanaan, tentu Bapak yang menjabat adalah orang-orang yang bijaksana dan cerdas. Jangan hanya pintar memanajemen uang rakyat, tapi juga harus pintar memanajemen kepentingan rakyat.
c. Kemiskinan rakyat Aceh saat ini menjadi nomer 1 di Sumatera, padahal kucuran uangnya itu besar. Mari kita laksanakan mengheningkan cipta agar jin dan setan yang ada di Kantor Dinas PUPR Aceh ini hilang dan pergi, jadi tidak mempengaruhi kebijakan yang akan diambil untuk kepentingan rakyat.

4. Syarbaini (Penanggung Jawab Aksi), menyampaikan diantaranya :
a. Terima kasih Bapak-bapak Kepolisian yang telah mengamankan aksi kami, dan juga terima kasih kepada Bapak-bapak Dinas PUPR karena hari ini kami sudah dipersilahkan masuk ke sini sehingga kami tidak merasakan panas.
b. Perlu diketahui bahwa kami kembali lagi ke sini, ke Kantor Dinas PUPR Aceh dalam rangka menuntut Plt. Kepala Dinas PUPR untuk turun dari jabatannya. Karena kami semua mengetahui bahwa ada permasalahan yang tidak selesai khususnya yang terjadi di Aceh Singkil.
c. Bapak Plt. Kepala Dinas PUPR itu tidak layak menjadi pemimpin di PUPR ini, maka kami minta Bapak Plt. Kepala Dinas PUPR untuk mundur. Kita harus menunggu Bapak Plt. Kepala Dinas PUPR apakah beliau ada di dalam agar segera menjumpai kami. Saya yakin beliau tidak masuk kantor hari ini, karena beliau tidak bertanggung jawab atas pembangunan yang ada di Aceh ini.
d. Aceh saat ini kemiskinannya nomer 1 se Sumatera, padahal uang yang dikucurkan untuk Aceh itu berjumlah triliunan. Ini sangat aneh, maka kami juga telah menuntut ke Kejaksaan Tinggi Aceh agar segera menggantikan Plt. Kantor Dinas PUPR saat ini, tapi nyatanya masih saja beliau yang menjadi Plt.
e. Inilah buktinya bahwa beliau tidak peduli dengan rakyat, beliau hanya memperdulikan dirinya sendiri, hanya ingin memperkaya diri. Kami datang ke sini hanya ingin menuntut keadilan saja, beliau tidak ada di sini karena beliau itu disengajakan ditempatkan di sini. Plt. Kantor Dinas PUPR sekarang ini ada permasalahan besar, yaitu pembangunan jembatan yang ada di Aceh Singkil dan kami semua tau itu.

5. Muklisin, (Pemuda Aceh), menyampaikan diantaranya ;
a. Hari ini kita berada di sini dalam rangka menyampaikan aspirasi, bahwasanya kita berada ini hanya untuk rakyat Aceh. Inilah yang perlu diperjuangkan, kepentingan demi rakyat Aceh.
b. Kita semua cinta kepada Bapak Gubernur Aceh, namun apa yang terjadi? ada penjahat dilingkarkan Gubernur Aceh, ada penghianat yang akan menyengsarakan rakyat Aceh. Plt. Kantor Dinas PUPR ini hanya orang yang dititipkan untuk menambah kesengsaraan rakyat, dan kami minta agar Plt. Kantor Dinas PUPR segera turun dari jabatannya.
c. Kami di sini mewakili suara rakyat yang dirugikan oleh Pejabat Aceh saat ini. Kami cinta Gubernur Aceh, cinta kebijakan Gubernur Aceh, namun Plt. Kantor Dinas PUPR itu tidak bisa mengartikan arti jabatan yang dititipkan oleh Gubernur Aceh. Karena pembangunan-pembangunan yang dilakukan tidak berpihak dan tidak bermanfaat untuk rakyat.

6. Saidi (Pemuda Aceh), menyampaikan diantaranya :
a. Bapak Plt. Kantor Dinas PUPR yang terhormat, kami berharap agar Bapak menemui kami, menanggapi apa yang kami sampaikan. Kalau Plt. Kantor Dinas PUPR tidak bertanggung jawab, kerja tidak becus mau jadi apa Aceh ini.
b. Setiap pembangunan yang besar itu berada dibawah kendali Dinas PUPR Aceh. Setiap pembangunan yang ada saat ini tidak diawasi, sehingga pembangunan tersebut banyak terjadinya penyimpangan, dan itu sangat merugikan rakyat.
b. Ketika apa yang kami sampaikan tidak ditanggapi, maka kami akan terus berlanjut untuk melakukan aksi. Bila Bapak Plt. Kantor Dinas PUPR tidak becus kerjanya, maka kamilah orang pertama yang akan menegur dan mendobrak Bapak.
c. Saat ini sedang berlangsung seleksi Eselon dan nama beliau ada di sana, mau sampai kapan kita pertahankan pejabat seperti dia. Seharusnya beliau tidak layak ikut seleksi karena beliau itu bermasalah.

7. Pada pukul 10.53 WIB, Tanggapan oleh Muhammad Iqbal Barata, ST, MT (Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh), menyampaikan diantaranya :
a. Kami dari Dinas PUPR Aceh menyampaikan permohonan maaf kepada adik-adik semua, kami sudah mendengarkan apa-apa yang sudah disampaikan atas nama masyarakat Aceh, dan kami sudah merekam apa permintaan peserta demo hari ini.
b. Namun bagaimanapun kami tidak bisa menghadirkan Bapak Plt. Kantor Dinas PUPR, karena beliau saat ini sedang keluar Kota, dan sekali lagi kami mohon maaf terkait hal ini.
c. Selanjutnya, kami hanya bisa merekam atas apa yang disampaikan oleh adik-adik dan membawa rekaman tersebut untuk didengarkan saat beliau pulang. Selain itu, juga ada tuntutan yang tidak bisa kami penuhi, akan tetapi akan kami sampaikan hal tersebut ke Bapak Gubernur Aceh. Kami di sini hanya bisa mendengarkan aspirasi adik-adik.
d. Terkait kepulangan Plt. Kantor Dinas PUPR, kami tidak bisa memastikan, kami akan menginformasikan kepada pihak Kepolisian kapan Bapak Plt. Kantor Dinas PUPR pulang. Dan terkait tuntutan untuk mundur itu semua kewenangannya ada di Kantor Gubernur Aceh bukan kewenangan di sini.

8. Rahmad Wahyudi (Korlap Aksi/Mahasiswa UIN Ar-Raniry), menyampaikan diantaranya :
a. Kami akan terus datang ke sini sampai kami berjumpa dengan Bapak Plt. Kantor Dinas PUPR. Kami ingin kepastian kapan Plt. Kantor Dinas PUPR pulang agar kami bisa berjumpa langsung dengan beliau, dan kami meminta agar beliau segera mundur dari jabatannya.
b. Seharusnya Bapak-bapak harus lebih terbuka, sehingga kalau seperti ini kami akan kehilangan kepercayaan terhadap Bapak-bapak semua. Kami akan terus melakukan aksi dan ini akan terus berlanjut, ketika Bapak Plt. Kantor Dinas PUPR menjumpai kami, kami akan mengundang semua media dan juga mengundang pihak Kepolisian.
c. Kami tidak akan mundur melakukan aksi sebelum Plt. Kantor Dinas PUPR mundur dari jabatannya. Kami berharap agar Bapak yang ada dihadapan kami bisa menempati janji, ketika Plt. Kantor Dinas PUPR masuk dinas maka Bapak segera menghubungi pihak Kepolisian.

C. Berikut isi selebaran Gerakan Aceh Hebat :
Beberapa hari lalu, Koalisi Peduh Aceh (KPA) dan Gerakan Aceh Hebat (GAH) berunjuk rasa di depan Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kantor Gubernur Aceh. Dalam Aksi itu massa mendesak Gubernur Aceh melakukan koordinasi dengan kejaksaan Tinggi Aceh untuk menindaklanjuti kasus jembatan kilangan Kabupaten Aceh Singkil yang terindikasi korupsi dan diduga melibatkan dua oknum pegawai di lingkungan Pemerintah Aceh. Selama ini kita tahu bahwa Pemerintah Aceh terus berbenah agar birokrasi dan tata kelola menjadi lebih baik. Namun jangan gara-gara oknum yang diduga terlibat korupsi, Maka niat baik Pemerintah Aceh akan tergerus dengan stigma-stigma yang dapat mengacaukan pemerintah Aceh.

Selain itu, Panitia seleksi sedang menjaring bakal calon pejabat eselon II. Tentunya hal ini diharapkan dapat benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi yang baik. Begitu juga halnya ketika panitia seleksi sudah melakukan tugasnya, maka diharapkan pejabat eselon II itu benar-benar terbebas dari pelaku koruptif, sehingga Aceh tidak dijadikan sebagai provinsi yang koruptif.

Di sisi Iain, saat ini Aceh dihadapkan pada pembangunan tahun jamak (multiyears) dengan berbagai pembangunan di berbagai wilayah Aceh. Hal ini tentunya ada harapan dari masyarakat Aceh agar pembangunan benar-benar dilakukan tanpa adanya spesifikasi asal jadi dan tidak adanya persoalan korupsi yang terjadi.

Kondisi ini tertuju kepada Dinas PU Bina Marga. Dinas ini juga memiliki tanggungjawab atas perencanaan pembangunan di Aceh, terutama pekerjaan langsung dibawah dinas tersebut Sejatinya, Dinas PU Bina Marga harus konsen mengawasi berbagai pekerjaan yang ada di Aceh. Bahkan, untuk menghindari proyek asal jadi, dinas PU Bina Marga harus menempatkan perwakilannya untuk mengawas proyek tersebut, sehingga tidak dibangun asal jadi.

Dinas PU Bina Marga salah satu ujung tombak pembangunan di Aceh sepetinya barbanding terbalik dengan yang di harapkan akibat ulah oknum tertentu. Kami mensinyalir adanya permainan serta kepentingan pihak tertentu. Oleh karena itu, kami Gerakan Aceh Hebat” Jilid II meminta PLT Dinas PU Bina Marga untuk mengundurkan diri

D. Alat peraga yang digunakan berupa Toa dan Karton yang bertuliskan :
1. Jembatan Kilangan Aceh Singkil Sarang Para Penyamun Bek Seumenget
2. Ciye..!! Cinta Terlarang Terjadi Lagi
3. Dalih Kesejahteraan Nyatanya Kesengsaraan…Hore Aceh Hebat
4. Katanya Untuk Umat Nyatanya Kok Gitu Amat #Save Pejabat#
5. Jangan Jadikan Aceh Hanya Hebat Menjadi Aceh Kualat Karena Ulah Oknum Pejabat
6. PLT PU Bina Marga Istirahatlah Wajah Bapak Sudah Lelah
7. PLT Asal Jadi Proyek Asal Jadi

E. Pada pukul 11.20 WIB, kegiatan aksi unjuk rasa selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan lancar.

Catatan :
1. Gerakan Aceh Hebat (GAH) beranggapan bahwa Plt. Kadis PUPR Aceh tidak bisa bekerja dengan baik dan kurang bertanggung jawab, dikarenakan tidak melakukan pengawasan terhadap pekerjaan proyek pembangunan yang ada di Aceh, khususnya pada jembatan Kilangan di Aceh Singkil yang diduga terdapat oknum yang melakukan korupsi.

2. Gerakan Aceh Hebat (GAH) juga beranggapan bahwa banyak terdapat proyek-proyek pembangunan di Aceh yang tidak jelas dan tidak ada manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat Aceh, serta pembangunan yang dilakukan di Aceh tersebut hanyalah untuk memperkaya diri pribadi bukan untuk kepentingan masyarakat Aceh.

3. Saat ini Aceh dihadapkan pada pembangunan tahun jamak (Multiyears) dengan berbagai pembangunan yang ada di wilayah Aceh, dan masyarakat Aceh berharap agar pembangunan di Aceh tersebut benar-benar dilakukan tanpa adanya persoalan korupsi.

4. Saat aksi sedang dilakukan, Ir. Fajri, MT (Plt. Kadis PUPR Aceh) sedang tidak berada ditempat (berada di luar Kota), sehingga para peserta aksi yang tergabung dalam Gerakan Aceh Hebat (GAH) berencana akan kembali lagi untuk dapat langsung menjumpai Plt. Kadis PUPR Aceh meminta agar segera mundur dari jabatannya.

5. Kegiatan aksi tersebut tidak memiliki surat tanda terima pelapor (STTP)dari pihak kepolisian Banda Aceh