Banda Aceh – Sayembara Himne Aceh berakhir, Mahrisal Rubi dengan judul karyanya Aceh Mulia ditetapkan sebagai pemenang.

Sebelumnya Himne Aceh dinilai oleh 12 juri. para juri dibagi dalam lima bidang penilaian sayembara himne, yaitu orisinalitas karya, penilaian nilai-nilai agama, filosofis, sosiologis, historis, politis, dan dinamika masyarakat Aceh, penilaian lirik/syair, penilaian instrumen, nada, dan irama, dan penliaian estetika atau keindahan.

Para juri tersebut adalah:
– Drs Tgk H Ameer Hamzah, Tgk Yahya Muad SH, Prof Eka Sri Mulyani (penilaian nilai-nilai agama, filosofis, sosiologis, historis, politis, dan dinamika masyarakat Aceh)

– Prof Abdul Gani Asyek, Barlian AW, Dr Bukhari Daud (penilaian lirik/syair)

– Fahmi Aiyus, Mulyadi, Erwinsyah (penilaian instrumen, nada, dan irama)

– Dr Mirza Irwansyah MSc, Dr M Adli Abdullah SH MCL, Dr Salmawati (Penliaian estetika atau keindahan)

Sebelumnya Dewan Juri Sayembara Himne Aceh telah melakukan seleksi dan penilaian dari Presntasi dan Demonstrasi Peserta Sayembara yang dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 November 2017.

Aceh Mulia karya Mahrisal Rubi akhirnya dipilih menjadi Himne Aceh dari 7 (tujuh) Peserta Nominasi pemenang Sayembara Himne Aceh yaitu:
1. MUSLIZAR, S.Pd, dengan judul Hymne Aceh.
2. CIOFF ACEH (AIDI KAMAL), dengan judul ACEH MULIA.
3. DANDI BACHTIAR dengan judul ACEH MEUTUWAH.
4. MORITZA THAHER, dengan judul TANOH MULIA.
5. SUBUR DANI, dengan judul ACEH MULIA.
6. MAHRISAL RUBI, dengan judul ACEH MULIA.
7. Dr. Ir. WESLI, MT, dengan judul HANTOM MEU-UBAH.

Editor : Hasnanda Putra