ZIKIR DAN PENGAJIAN GEMILANG DI PENDOPO WALIKOTA STOP UNTUK SEMENTARA SELAMA BULAN RAMADHAN

Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM menutup sementara waktu zikir dan pengajian yang biasanya dilaksanakan di pendopo setiap jumat malam (malam sabtu). Hal itu disampaikannya melalui Majelis Zikir dan Pengajian Gemilang (MPG) kamis malam (10/05/2018), Aminullah mengucapkan terimakasih kepada jamaah atas terlaksananya acara zikir dan pengajian dari sejak dimulainya yaitu 7 September 2017 sampai dengan 10 Mei 2018.

“Sejak kita mulai zikir di pendopo alhamdulillah jamaah silih berganti memenuhi pendopo, malam ini karena kita akan segera memasuki bulan puasa maka malam ini merupakan malam terakhir zikir dan pengajian kita dan setelah puasa akan kita lanjutkan kembali”, demikian ucap Aminullah. Bila pun ada kegiatan dalam bulan Ramadhan nantinya akan disampaikan kembali melalui surat undangan, whatsapp dan SMS.

Lebih lanjut Aminullah juga mengajak jamaah yang hadir untuk memanfaatkan momentum Ramadhan untuk lebih berkonsentrasi dalam beribadah.

Aminullah menyebutkan zikir dan pengajian ini merupakan ikon bagi Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya, bahwa zikir di Pendopo Walikota merupakan satu-satunya di Indonesia bahkan di dunia.

Menutup sambutannya, Aminullah tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada guru-guru yang telah mengisi zikir selama pelaksanannya dan berharap ke depan agar tetap memberi bimbingan dan arahan serta menasehati jamaah melalui MPG.

Adapun jamaah yang hadir pada acara zikir dan pengajian tersebut antara lain Pimpinan Dayah dalam Kota Banda Aceh, Pimpinan Ormas/OKP se Kota Banda Aceh, Kepala SKPK Kota Banda Aceh beserta Staf, para Camat se kota Banda Aceh, Keuchik se Kota Banda Aceh, Tgk Imum Gampong, Ketua Pemuda dan warga Kota Banda Aceh serta Jama’ah dan Pengurus MPG.

Seperti biasa rangkaian acara diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Tgk H Muhammad Hatta Lc MEd (Abiya Hatta), Pengurus MPU Aceh dan Pimpinan Dayah Madani Al-Aziziyah Lampeuneurut serta zikir yang dipimpin oleh Tgk H Syukri Daud (Abi Pango).

Abiya Hatta melalui tausiahnya berpesan agar sisa bulan Sya’ban yang tinggal hanya beberapa hari lagi benar-benar dimanfaatkan untuk persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

“Penting bagi kita untuk mengevaluasi dan mengintrospeksi sejauh mana kita telah mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadhan karena ketika berbicara bulan Ramadhan maka tidak terlepas dari bulan Ra’jab dan bulan Sya’ban”, demikian terang Abiya Hatta.

Abiyya mengumpamakan
Ra’jab adalah bulan menanam, Sya’ban adalah bulan menyiram dan Ramadhan adalah bulan memanen. Sejauh mana kita akan mampu beribadah di bulan Ramadhan akan ditentukan oleh ibadah-ibadah kita sejak di bulan Ra’jab dan bulan Sya’ban.

“Kita harus benar-benar mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan karena di dalam bulan Ramadhan terdapat kunci-kunci untuk menjadi orang yang shalih dan orang-orang yang bertaqwa”, lanjut Abiya.

Terakhir Abiyya menyeru, menjelang bulan Ramadhan mari kita perhatikan kewajiban kita kepada Allah dan mari kita perhatikan hak-hak Allah yang ada pada diri kita. Sebelum menutup tausiah Abiya juga mengajak semua jamaah untuk membersihkan hubungan dengan sesama makhluk, membersihkan dan menyucikan hati.

Zikir dan pengajiaan dengan mengusung Tema “MARI JADIKAN RAMADHAN BULAN PENUH BERKAH YANG GEMILANG” yang dimulai sejak pukul 20.10 WIB itu berlangsung khusyuk dan ditutup dengan doa yang juga dipimpin Abi Pango. (Sri kesbangpolkotabanda)