Minggu (17/02/2019) Walikota Banda Aceh saat menghadiri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Rusun yang berlokasi di Gampong Keudah Kecamatan Kutaraja tersebut.

Dalam hal ini Walikota meminta warga yang menghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) bisa hidup rukun dan mampu membangun kekompakan dan kebersamaan. Turut hadir bersama Walikota, Kadisdik Dayah, Tgk Tarmizi, Kapolsek Kutaraja, Sekcam Kutaraja, Muspika Kutaraja dan Keuchik Keudah.

Menurut Walikota, dengan kerukunan akan mampu membangun kebersamaan dan kekompakan dalam mengisi pembangunan kota. Wali Kota sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar di lokasi yang dihuni oleh 360 KK tersebut. Katanya, kegiatan dan Maulid Nabi yang digelar menjadi ajang dalam memperkokoh silaturrahmi, baik sesama warga Rusun maupun dengan warga sekitar dan jajaran Pemko.

“Kegiatan seperti ini memperkokoh silaturahmi. Meski tinggal bersama di Rusun ini, mungkin ada yang tidak saling mengenal. Nah, dengan kegiatan ini bisa kenal dan saling berkomunikasi sehingga membangun kebersamaan, kekompakan dan kerukunan,” ujar Aminullah.

Walikota sendiri merupakan sosok yang melihat kebersamaan dan kekompakan sebagai bagian penting dalam sebuah pembangunan. Ditengah kesibukannya memimpin kota, Aminullah selalu berusaha hadir di setiap kegiatan yang digelar masyarakatnya.

“Hari ini banyak sekali agenda dan undangan maulid dari warga. Ada lima undangan, dan Saya akan berusaha hadir walaupun sebentar. Karena di acara seperti ini Saya bisa bersilaturrahmi dengan warga. Bisa ngobrol dan membahas tentang pembangunan kota ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota berkesempatan menyerahkan hadiah kepada anak anak juara aneka lomba yang digelar di Rusun tersebut. Walikota juga menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim pada acara ini.

Ketua Hunian Rusunawa, Iskandar Beurahmat Puteh mengatakan aneka lomba yang digelar warga Rusun dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Ada beberapa jenis lomba yang digelar, diantaranya, lomba tahfiz untuk anak usia 4-5 tahun, 6-8 tahun dan 8-12 tahun. Kemudian juga ada lomba dai cilik, lomba busana muslim putra dan putri, lomba essay, lomba iqamah dan lomba azan. Harapannya, dengan kegiatan lomba tersebut anak anak semakin memiliki semangat mempelajari Al Quran dan memahaminya.[TPKs]