Sabtu (09/05/2020) Sejumlah wilayah di Kota Banda Aceh dilandar banjir luapan akibat intensitas hujan tinggi yang terjadi di ibukota Provinsi Aceh tersebut sejak (7/5) kemarin, hingga pagi ini.

Banjir tersebut mengenangi sejumlah wilayah Banda Aceh dengan ketinggian yang bervariasi, mulai semata kaki hingga hampir selutut orang dewasa.

Menurut perkembangan laporan yang pertama sebanyak 14 desa di 7 kecamatan di Kota Banda Aceh masih terendam banjir dengan tinggi muka air (TMA) berkisar 50-130 sentimeter,” ujar Kepala Pusat data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati Meski demikian, tak hanya banjir akan tetapi juga diikuti dengan angin kencang dan tanah longsor di beberapa wilayah di Provinsi Aceh.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan banjir terjadi Jumat (8/5), mulai pukul 07.00 WIB. Pemerintah Kota Banda Aceh sedang mendata warga yang terdampak.
Beberapa wilayah cakupan yang terdampak banjir di Kota Banda Aceh meliputi:

  1. Kecamatan Kuta Raja : Gampong Lampaseh, Gampong Merduati, Sebagian Gampong Peulanggahan (dengan TMA hingga 130 sentimeter).
  2. Kecamatan Meuraxa: Gampong Blang Oi dan Gampong Deah Baro (terendam banjir dengan TMA 50 sentimeter )
  3. Kecamatan Baiturahman : Gampong Neusu Jaya (dengan TMA 100 cm), Gampong Peuniti (TMA 120 cm) dan Gampong Sukaramai (TMA 50 cm).
  4. Kecamatan Lueng Bata: Gampong Batoh
  5. Kecamatan Syiah Kuala: Gampong Peurada dan Gampong Alue Naga (dengan TMA 50 sentimeter).
  6. Kecamatan Kuta Alam: Gampong Laksana dan Kp. Keuramat (dengan TMA 100 sentimeter).
  7. Kecamatan Jaya Baru: Gampong Punge Blang Cut (dengan TMA 50 sentimeter).

“Di sebagian di Kecamatan di Banda Aceh, ada yang mulai surut ada juga yang debit airnya meningkat, saat ini di Gampong Geuceu Meunara ada 4 KK 7 jiwa yang sudah mengungsi ke kantor desa,” ujar Aru, petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
Serta merendam sejumlah badan jalan seperti Jalan Muhammad Jam, Jalan Tgk Panglima Nyan Makam, Jalan Mr. Moh. Hasan, Jalan Prof. H.A. Hasymy dan beberapa jalan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, air belum surut. Sejumlah masyarakat kota setempat juga membersihkan saluran got agar air yang mengenangi rumah mereka dapat segera surut.

“Tadi lumayan tinggi, udah masuk ke rumah. Ini saya sama bapak-bapak gampong (desa) lagi bersihin got,” kata Alby, warga Lampriet, Banda Aceh.