Banda Aceh – Para alumni dari 20 universitas negeri se-Indonesia menggelar deklarasi kebangsaan di kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Acara ini dipusatkan di dua lokasi yakni Gedung Academic Activity Centre (AAC) Dayan Dawood dan Lapangan Tugu Darussalam, Rabu (20/12/2017).

Acara bertema “Meneguhkan Peran Alumni dalam Menangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi” ini turut dihadiri oleh Wagub Aceh Nova Iriansyah, Rektor Unsyiah yang diwakili Warek III Alfiansyah Yulianur, dan Ketua Ikatan Alumni Unsyiah Sulaiman Abda, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Aminullah Usman selaku ketua panitia penyelenggara menyebutkan kegiatan ini digelar dalam rangka menumbuhkan kepedulian para alumni untuk ikut mengambil peran aktif dalam upaya mencegah dan menangkal gerakan radikalisme di lingkungan perguruan tinggi.

 “Kegiatan ini merupakan wujud manifestasi peran serta dan kontribusi kita bersama dalam menjaga keutuhan bangsa dan Republik Indonesia agar benar-benar dapat menjadi bangsa pemenang di masa yang akan datang,” kata Walikota Banda Aceh ini.

Para peserta kegiatan, sebutnya, terdiri dari dua orang utusan atau delegasi dari 20 universitas negeri di Indonesia.

“Para peserta merupakan Pengurus/Utusan Organisasi Himpunan/Ikatan Alumni Universitas Negeri dari seluruh Indonesia,” katanya.

 “Adapun agenda utamanya yakni orasi kebangsaan, pernyataan sikap dan ikrar bersama, pelepasan 1.000 balon merah-putih, dan Pentas Seni Sabang-Merauke yang menampilkan tarian tradisional Aceh dan Papua oleh para mahasiswa asal Aceh dan Papua,” katanya lagi.

 Selain itu, para peserta juga akan mengikuti sejumlah agenda tambahan di antaranya city tour ke sejumlah objek wisata seperti Museum Tsunami, Masjid Raya Baiturrahman, Kapal PLTD Apung, dan Pantai Ulee Lheue, serta pusat-pusat penjualan souvenir dan cinderamata yang ada di Banda Aceh.

 “Tak ketinggalan, para peserta juga menjajal wisata kuliner yang ada di Banda Aceh. Seluruh peserta akan diajak untuk menikmati sejumlah menu makanan/masakan khas Aceh yang sudah terkenal hingga mancanegara seperti Kopi Aceh, Kuah Beulangong, Mie Aceh, dan Ayam Tangkap,” pungkasnya. (sumber Humas)