Banda Aceh – Kemampuan menyampaikan gagasan dan pemikiran tentang kerukunan berwawasan kebangsaan menjadi pertimbangan ditetapkannya Sharon Harlinata sebagai Juara 1 Lomba Pidato Sadar Kerukunan, Sabtu 30/12 bertempat di Aula Kesbangpol Banda Aceh.
Salah satu yang menghantarkan siswi SMP Budi Dharma ini menjadi juara 1 adalah pidatonya yang berhasil mencuri perhatian para juri dengan literasi dan semangat menyampaikan pidato.
Koordinator dewan juri yang juga Kaban Kesbangpol Banda Aceh Drs Tarmizi Yahya MM mengatakan kriteria penilaian menjadi indikator pemilihan juara kesesuaian tema, judul dan isi pidato, sistematika pembawaan ( pembuka, isi, penutup) dan bahasa yang bagus.
Dewan juri terdiri dari Robertus, Eliudin Gea, Willy Putrananda dan Nurbaiti dari Kanwil Kemenag Aceh.
” Kita memilih yang terbaik dari terbaik karena kemampuan berpidato bersangkutan yang bagus dan berwawasan,” sebut Kaban Kesbangpol.
Sharon putri cantik Katolik kelahiran Banda Aceh 26 Maret 2003 ini dengan penuh semangat menyampaikan pidatonya yang menarik dan memukau hadirin.
Untuk Juara 2 diraih Yosua siswi SMP 9 Banda Aceh. Putra kelahiran Banda Aceh 15 September 2003 juga menunjukkan kemampuannya berpidato kerukunan dan wawasan kebangsaan.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banda Aceh menyelenggarakan lomba pidato sebagai bagian dari kegiatan pengukuhan Gampong Mulia sebagai Gampong Sadar Kerukunan se- Provinsi Aceh 2017.
” Para juara juga menjadi duta kerukunan di lingkungannya yang berperan penting dalam merawat kerukunan dan toleransi di kota kita,” pungkas Abd Syukur Ketua FKUB Kota Banda Aceh.
Penulis : Hasnanda Putra